Thursday, 30 October 2014

Mengoptimalisasi Ketrampilan Siswa


Hari ini, tanggal 31 Oktober 2014, siswa-siswi kelas 4C melakukan kegiatan membuat kreasi map dari bahan bekas yang di daur ulang. Kegiatan ini berkenaan dengan pembelajaran yang ada pada kurikulum 2013 tepatnya Tema 4 Subtema 2 pembelajaran 3. Kegiatan ini selayaknya dilakukan pada hari Rabu yang lalu, namun karena kegiatan di sekolah diisi dengan peringatan 1 Muharram, maka pembelajaran pada hari pertama ditunda, dan akhirnya dilakukan pada hari Selasanya.
Untuk menghemat dan memanfaatkan waktu pembelajaran yang masih tersisa, maka ustadzah Nia yang bertugas sebagai Guru Kelas di kelas 4C tahun ajaran ini memutuskan untuk memadatkan pembelajaran dengan mengambil inti-inti dari kompetensi dasar mana saja yang harus diberikan kepada siswa.
Anak-anak kelihatan sangat antusias dalam melakukan kegiatan membuat map ini, karena begitu padatnya bahan atau materi pembelajaran, membuat siswa agak sedikit longgar dengan melakukan kegiatan berkreasi.
Dari kegiatan ini terlihat dengan jelas bahwa anak-anak SD kelas 4 terutama yang berada di SDIT Al Ittihad, masih belum memiliki ketrampilan dalam membuat sebuah hasil karya. Hanya beberapa siswa saja yang mampu menyelesaikan kreasi mapnnya sampai tuntas dan selesai, dan tentu saja tanpa bantuan dari gurunya.
Sementara masih ada beberapa anak-anak yang lain yang merasa kewalahan, dan kurang memiliki ide untuk bisa memecahkan masalahnya sendiri, hal ini bisa dilihat dari begitu banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dari siswa untuk meminta bantuan dari guru atau teman-temannya.

Di beberapa hal, tantangan yang sering ditemui siswa dalam berkreasi adalah kurangnya inisiatif siswa untuk bisa menyelesaikan pekerjaan. Kepedulian terhadap barang dan alat-alat kerjanya pun masih belum sering terlihat. Hal ini menunjukkan bahwa ketrampilan siswa selama ini memang kurang terasah dengan baik.
Jika ditelaah lebih lanjut, ada kemungkinan masalah ini disebabkan oleh begitu banyaknya materi yang harus dikuasai oleh siswa, sementara kemampuan untuk mengasah ketrampilan masih sangat sedikit.
Dengan bergantinya kurikulum KTSP menuju kurikulum 2013, kegiatan-kegiatan yang melibatkan ketrampilan-ketrampilan pada siswa mulai tampak walaupun belum optimal. Paling tidak usaha pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa patut dihargai dan dilaksanakan dengan baik, sejauh kurikulum ini masih dipandang positif oleh pelaku pendidikan.
Barangkali ada banyak faktor lain yang mempengaruhi kecerdasan dan ketrampilan para peserta didik tersebut, selain pengaruh tindakan yang diberikan oleh sekolah,  lingkungan keluarga, masyarakat dan sosial tempat siswa berbaur juga sangat menentukan dalam pembentukan karakter siswa yang terampil.
Selang beberapa jam kemudian, barulah siswa mampu menyelesaikan pekerjaannya tanpa dibantu oleh guru.
Kreasi siswapun selesai dengan sempurna, walaupun masih ada 2-3 orang siswa yang memang belum mampu menyelesaikannya. Mudah-mudahan dengan banyaknya  kegiatan yang melibatkan ketrampilan siswa dalam pembelajaran,  dapat mengoptimalisasi ketrampilan siswa, membangkitkan, mendorong dan mengasah diri siswa untuk bisa lebih terampil dalam mengerjakan tugas-tugas apapun yang melibatkan keahlian atau skill.
Dari pembelajaran ini dapat ditarik kesimpulan bahwa perlu adanya dorongan maupun dukungan dari segala pihak untuk senantiasa untuk mau mengasah ketrampilan anak-anaknya, baik asuhan dari rumah, lingkungan tempat tinggal, dan para stakeholder lainnya yang tetap intens terlibat dalam mengarahkan anak-anak didik kita menjadi manusia yang beriman, cerdas, dan  terampil dalam hidupnya.



No comments:

Post a Comment